2.Konseling individu
Menurut definisi, konseling individu yaitu merupakan salah satu pemberian bantuan secara perorangan dan secara langsung. Dalam cara ini pemberian bantuan dilakukan secara face to face relationship (hubungan muka ke muka atau hubungan empat mata) antara konselor dengan individu yang terjadi ketika seorang konselor bertemu secara pribadi dengan seorang siswa untuk tujuan konseling. Ini adalah interaksi antara konselor dan konseli dimana banyak yang berpikir bahwa ini adalah pekerjaan konselor.Banyak anak muda yang enggan membicarakan masalah pribadi atau urusan pribadi mereka dalam diskusi kelas dengan guru. Beberapa dari mereka ragu untuk berbicara di depan kelompok-kelompok kecil. Oleh karena itu, konseling individu dalam sekolah-sekolah, tidak terlepas dari psikoterapi, didasarkan pada asumsi bahwa konseli itu akan lebih suka berbicara sendirian dengan seorang konselor.
Konseling adalah suatu proses yang terjadi dalam hubungan seseorang dengan seseorang yaitu individu yang mengalami masalah yang tak dapat diatasinya, dengan seorang petugas profesional yang telah memperoleh latihan dan pengalaman untuk membantu agar klien memecahkan kesulitannya.
Salah satu jenis layanan bimbingan konseling adalah layanan konseling individu, Konseling individu atau konseling perorangan merupakan proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli disebut konselor kepada individu yang sedang mengalami sesuatu masalah klien yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi klien (Prayitno dan Erman Amti, 2004). Dalam konseling individu pemberian bantuan dilakukan secara face to face relationship antara konselor dengan individu (konseli). Konseling individu bisa berjalan apabila setiap individu memiliki minat yang tinggi untuk mengikuti konseling.
Referensi:
Ursula, P. A. (2021). Meningkatkan Rasa Empati Siswa Dengan Layanan Konseling Individual. Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo, 3(2), 31-43.
Fradinata, S. A., & Sukma, D. (2023). Keterampilan Dasar Konselor Dalam Melakukan Konseling Individu. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial, 2(2), 119-128.

Komentar
Posting Komentar